Jika proses kewajiban pada Tuhan saja disepelekan, bagaimana manusia mempertanggung jawabkan ibadahnya? Bagaimana mungkin ruang Mushola yang seharusnya membuat siswa nyaman malah menjadi tidak nyaman, bahkan harus menggunakannya dengan terpaksa?
Kami yakin, mushola rapi, nyaman dan wangi bisa tersedia selama ada kerjasama antara siswa dan pengelola sekolah. Siswa menjaga kebersihannya dengan mengikuti aturan yahng berlaku, dan pengelola dengan keikhlasan tingkat tinggi menyediakan fasilitas yang nyaman. Insya Allah, pengelola akan mendapat doa dari banyak orang yang merasa nyaman dengan fasilitas yang baik sekaligus sarana promosi. Bukankah jika hati senang, orang akan mengabarkan hal baik pada yang lainnya?
