Pendidikan karakter merupakan faktor penting dari kualitas sumber daya manusia (SDM), karakter yang berkualitas akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Untuk itu pendidikan karakter perlu ditanamkan sedini mungkin. Karena dengan karakter yang baik maka kita dapat melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar sehingga bisa berkiprah menuju kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik. Sebaliknya kalau kita melanggar maka akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari hal yang ringan seperti tidak disenangi, tidak dihormati orang lain, sampai yang berat seperti melakukan pelanggaran hukum.
Sebenarnya dalam struktur kurikulum, sudah ada dua mata pelajaran yang terkait langsung dengan pendidikan karakter, yaitu pendidikan Agama dan PKn. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai, dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai. Pada panduan ini, integrasi pendidikan karakter pada mata pelajaran selain pendidikan Agama dan PKn yang dimaksud lebih pada fasilitasi internalisasi nilai-nilai di dalam tingkah laku sehari-hari melalui proses pembelajaran dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pengenalan nilai-nilai sebagai pengetahuan melalui bahan-bahan ajar tetap diperkenankan, tetapi bukan merupakan penekanan. Yang ditekankan atau diutamakan adalah penginternalisasian nilai-nilai melalui kegiatan-kegiatan di dalam proses pembelajaran.
Namun demikian pembinaan watak melalui kedua mata pelajaran tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan karena beberapa hal. Pertama : kedua mata pelajaran tersebut cenderung sekedar membekali pengetahuan mengenai nilai-nilai melalui materi / substansi mata pelajaran. Kedua: Kegiatan pembelajaran pada kedua mata pelajaran tersebut pada umumnya belum memadai mendorong ter-internalisasinya nilai-nilai karakter pada diri siswa sehingga siswa dapat berperilaku dengan karakter yang baik. Ketiga : Menggantungkan pembentukan watak siswa melalui kedua mata pelajaran itu saja tidak mencukupi.
Merebaknya isu-isu moral dikalangan remaja saat ini seperti penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), tawuran pelajar, pornografi, dan lain-lain. Keadaan ini sudah menjadi masalah yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Melihat beberapa kasus pelanggaran akhlak yang terjadi pada peserta didik tersebut tampak jelas tidak tertanamnya dengan baik mana akhlak yang mesti dijadikan karakter dan mana akhlak yang terlarang.
Kegiatan Keagamaan
Posted on by admin
0
